Blogs masih dalam proses pembuatan harap dimaklumi

Kamis, 05 Juni 2014

Liputan6.com

Liputan6.com

Kontraktor RI Harus Mampu Bersaing Hadapi Pasar Bebas ASEAN - See more at: http://m.liputan6.com/#sthash.3XYXdXCd.dpuf


Sektor konstruksi harus menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Hal ini sejalan dengan Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya dalam rangka peningkatan konektivitas antar pulau dan koridor ekonomi serta menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak mengatakan, untuk melakukan jasa konstruksi di Indonesia, Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (BUJKA) harus bekerjasama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJKN) yang berkualifikasi besar dalam bentuk joint operation (JO) atau joint venture (JV) dengan penyertaan modal asing atau foreign equality participation. Saat ini kepemilikan asing di proyek konstruksi dibatasi maksimal sebesar 55% untuk kontraktor dan 51% untuk konsultan.
"Batasan tersebut akan menjadi 70% setelah terbentuknya MEA 2015, dengan demikian maka jelas bahwa masuk atau tidaknya BUJKA ke Indonesia tergantung pada kesiapan atau daya saing BUJKN," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Tri Widjajanto  menyatakan, saat ini terdaftar 16 BUJKA yang telah membentuk kantor perwakilan di Indonesia. Sementara BUJKN kualifikasi besar yang akan menjadi pesaing atau mitra BUJKA tersebut yang terdaftar di LPJK) saat ini berjumlah kurang lebih 1.300 badan usaha.
"Saat ini jumlah badan usaha kita mencapai 107 ribu. Yang skala besar sebanyak 1.300, 982 kontraktor dan sisanya konsultan. Jadi yang badan usaha besar itu 1%, menengah 12%, dan yang kecil 88%," kata Tri.
Dia pun yakin, dengan pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di berbagai negara di Timur Tengah, Afrika, Timor Leste dan negara ASEAN lain, maka badan usaha dan tenaga kerja konstruksi Indonesia akan mampu memenangkan persaingan dengan badan usaha dan tenaga kerja dari negara ASEAN lain.
"Untuk memaksimalkan daya saing pelaku konstruksi nasional dalam menghadapi MEA 2015, maka kita harus mewujudkan Indonesia incorporated yang sudah sejak lama kita harapkan," tandas dia. (Dny/Ahm)

Credits: Agustina Melani




Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Ia diperiksa terkait dukungannya kepada pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Ketika diminta keterangannya, Ali Masykur mengaku diberikan 14 pertanyaan. Salah satu diantaranya terkait keikutsertaannya mendukung capres-cawapres sementara masih menjabat sebagai pejabat negara.

"Jadi diminta keterangan dan saya bisa selesaikan atas 14 pertanyaan, salah satu yang ditanyakan menyangkut Pasal 41 ayat 2, yang menyebutkan pelaksana kampanye tidak boleh melibatkan pejabat negara, di antaranya BPK," kata Ali Masykur di gedung Bawaslu, Kamis (5/6/2014).

Mengenai usulan Bawaslu kepada dirinya untuk mundur dari anggota BPK jika ikut mendukung salah satu capres dan cawapres, Ali Maskyur enggan memberikan tanggapan itu.

"Saya tak mau jawab itu. Saya menunggu hasil Bawaslu," ujar Ali Masykur.

Sebelumnya, Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi terhadap Ali terkait dukungannya ke pasangan Prabowo-Hatta.
"Tadi kita klarifikasi, kita ajukan 16 pertanyaan. Ditanya apa masih jabat BPK? Apa benar masuk tim kampanye? Itu saja," kata Nelson.

Menurutnya, Ali Masykur telah menyampaikan akan cuti dari jabatannya di BPK hingga masa kampanye berakhir.
Credits: Raden Trimutia Hatta 



Pendapatan Liga Premier musim 2013-14 menembus angka 3 miliar pound atau sekitar Rp 59 triliun. Hal tersebut disampaikan oleh perusahaan audit Deloitte, seperti dilansir BBC Sport, Kamis (6/5/2014).
Mereka mengatakan, nilai itu merupakan peningkatan dari dua tahun sebelumnya yang berada di angka 2 miliar pound. Dan peningkatan dua kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.

"Sebuah prestasi yang luar biasa dalam isolasi, tetapi fenomenal dalam konteks ekonomi yang lebih luas dari periode yang sama," kata Dan Jones, kepala tim audit Deloitte.

Jones menambahkan kalau persaingan antara perusahaan untuk mendapatkan hak siar Liga Premier merupakan kunci untuk mendorong pendapatan yang lebih tinggi.

"Masuknya BT Sport ke pasar untuk bersaing dengan BSkyB telah memberikan tekanan ke atas yang sangat besar dalam pemasukan dalam siaran di musim 2013-14. Setiap pertandingan domestik rata-rata menghasilkan pendapatan siaran sebesar 6,5 juta pound," ucap Jones.

"Jelas bahwa masuknya BT Sport bukanlah sebuah trend sesaat. Akan tetapi mereka fokus, komitmen untuk menjalankan jangka panjang yang serius," sambungnya.

Pada musim 2013-14, klub papan atas rata-rata mendapat tambahan keuntungan sebesar 25 juta pound dari hak siar. Dengan demikian, maka ada tanda-tanda positif di Liga Premier dengan pendapatan bagi klub-klub yang tampil di Liga Premier.
Credits: Ulul Azmi
 
 
 



Sektor konstruksi harus menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah baru demi mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Hal ini sejalan dengan Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya dalam rangka peningkatan konektivitas antar pulau dan koridor ekonomi serta menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak mengatakan, untuk melakukan jasa konstruksi di Indonesia, Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (BUJKA) harus bekerjasama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJKN) yang berkualifikasi besar dalam bentuk joint operation (JO) atau joint venture (JV) dengan penyertaan modal asing atau foreign equality participation. Saat ini kepemilikan asing di proyek konstruksi dibatasi maksimal sebesar 55% untuk kontraktor dan 51% untuk konsultan.

"Batasan tersebut akan menjadi 70% setelah terbentuknya MEA 2015, dengan demikian maka jelas bahwa masuk atau tidaknya BUJKA ke Indonesia tergantung pada kesiapan atau daya saing BUJKN," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Tri Widjajanto  menyatakan, saat ini terdaftar 16 BUJKA yang telah membentuk kantor perwakilan di Indonesia. Sementara BUJKN kualifikasi besar yang akan menjadi pesaing atau mitra BUJKA tersebut yang terdaftar di LPJK) saat ini berjumlah kurang lebih 1.300 badan usaha.

"Saat ini jumlah badan usaha kita mencapai 107 ribu. Yang skala besar sebanyak 1.300, 982 kontraktor dan sisanya konsultan. Jadi yang badan usaha besar itu 1%, menengah 12%, dan yang kecil 88%," kata Tri.

Dia pun yakin, dengan pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di berbagai negara di Timur Tengah, Afrika, Timor Leste dan negara ASEAN lain, maka badan usaha dan tenaga kerja konstruksi Indonesia akan mampu memenangkan persaingan dengan badan usaha dan tenaga kerja dari negara ASEAN lain.

"Untuk memaksimalkan daya saing pelaku konstruksi nasional dalam menghadapi MEA 2015, maka kita harus mewujudkan Indonesia incorporated yang sudah sejak lama kita harapkan," tandas dia. (Dny/Ahm)
Credits: Agustina Melani
- See more at: http://m.liputan6.com/bisnis/read/2059118/kontraktor-ri-harus-mampu-bersaing-hadapi-pasar-bebas-asean#sthash.kWNV58LQ.dpuf

Kontraktor RI Harus Mampu Bersaing Hadapi Pasar Bebas ASEAN - See more at: http://m.liputan6.com/bisnis/read/2059118/kontraktor-ri-harus-mampu-bersaing-hadapi-pasar-bebas-asean#sthash.kWNV58LQ.dpuf
Kontraktor RI Harus Mampu Bersaing Hadapi Pasar Bebas ASEAN - See more at: http://m.liputan6.com/#sthash.3XYXdXCd.dpuf
Kontraktor RI Harus Mampu Bersaing Hadapi Pasar Bebas ASEAN - See more at: http://m.liputan6.com/#sthash.3XYXdXCd.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar