Pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014 mempertemukan pasangan
Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bertarung di tengah
gelanggang. Siapa yang bakal menjadi pemimpin Indonesia dalam lima
tahun ke depan? Simak liputannya di sini.
Calon Presiden Joko
Widodo menyebut demokrasi yang sesunguuhnya adalah mendengar suara
rakyat. Ia pun mengingatkan bahwa pemimpin harus sering turun ke rakyat
untuk mendengar suaranya.
"Demokrasi menurut kami adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakanannya. Karena itu, setiap hari kami datang ke kampung-kampung, pasar-pasar, ke sungai-sungai, petani, pelelangan ikan karena ingin dengar suara rakyat dengan cara dialog," kata Jokowi ketika debat capres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin malam (09/06/2014).
Jokowi kemudian menyebutkan beberapa prestasinya yang dirasakan langsung oleh masyarakat ketika menerapkan demokrasi. Ia pun menceritakan prestasi yang diraih oleh calon wakilnya, Jusuf Kalla yang berhasil menyelesaikan sejumlah konflik di tanah air.
Lebih jauh, Jokowi menerangkan tentang pemerintahan bersih yang diinginkannya. Ia memaparkan program yang berbasis online sehingga mengurangi interaksi aparat pemerintah dengan rakyat, ujungnya adalah meminimalisir pungutan liar.
"Pembangunan sistem pemerintahan, kami telah lakukan dan buktikan melalui e-budgeting, e-government, e-catalog, e-audit, IMB online. Cara-cara seperti itu yang kita perlukan dan bisa dinasionalkan apabila kami diberi amanah," papar Jokowi.
Tak hanya itu, Jokowi juga menjelaskan bagaimana pemerintahan yang bersih itu dapat berjalan dengan melakukan proses seleksi yang terbuka. Ia menjamin proses rekrutmen pejabat dari tingkat atas hingga bawah akan berdasarkan kompetensi.
"Diseleksi bukan karena suka atau tidak suka, tapi melalui seleksi terbuka," tutup Jokowi.
"Demokrasi menurut kami adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakanannya. Karena itu, setiap hari kami datang ke kampung-kampung, pasar-pasar, ke sungai-sungai, petani, pelelangan ikan karena ingin dengar suara rakyat dengan cara dialog," kata Jokowi ketika debat capres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin malam (09/06/2014).
Jokowi kemudian menyebutkan beberapa prestasinya yang dirasakan langsung oleh masyarakat ketika menerapkan demokrasi. Ia pun menceritakan prestasi yang diraih oleh calon wakilnya, Jusuf Kalla yang berhasil menyelesaikan sejumlah konflik di tanah air.
Lebih jauh, Jokowi menerangkan tentang pemerintahan bersih yang diinginkannya. Ia memaparkan program yang berbasis online sehingga mengurangi interaksi aparat pemerintah dengan rakyat, ujungnya adalah meminimalisir pungutan liar.
"Pembangunan sistem pemerintahan, kami telah lakukan dan buktikan melalui e-budgeting, e-government, e-catalog, e-audit, IMB online. Cara-cara seperti itu yang kita perlukan dan bisa dinasionalkan apabila kami diberi amanah," papar Jokowi.
Tak hanya itu, Jokowi juga menjelaskan bagaimana pemerintahan yang bersih itu dapat berjalan dengan melakukan proses seleksi yang terbuka. Ia menjamin proses rekrutmen pejabat dari tingkat atas hingga bawah akan berdasarkan kompetensi.
"Diseleksi bukan karena suka atau tidak suka, tapi melalui seleksi terbuka," tutup Jokowi.
Calon wakil presiden
nomor urut dua, Jusuf Kalla, mengatakan, dalam hal penegakan dan
kepastian hukum, pemimpin harus menjadi teladan. Menurut dia, tidak
mungkin hukum bisa ditegakkan tanpa keteladanan.
"Kepastian hukum harus dilaksanakan dengan benar. Pertama, hukum yang sesuai dengan aturan dan merupakan ketentuan yang dapat diterima dengan benar. Tidak mungkin hukum dapat dilaksanakan tanpa keteladanan," kata Kalla saat menyampaikan visi misi bersama pasangannya, Joko Widodo, dalam debat kandidat capres-cawapres, Senin (9/6/2014) malam, di Balai Sarbini, Jakarta.
Salah satu kepastian hukum itu juga terkait hak asasi manusia. "Bila mengedepankan HAM, pemimpin harus menjunjung tinggi HAM," ujar Wakil Presiden 2004-2009 ini.
Selanjutnya, kata dia, ialah pentingnya pemahaman rakyat terhadap hukum itu sendiri. Menurut Kalla, masyarakat saat ini telah kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Ia menekankan perlunya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai garda terdepan memberantas korupsi.
"KPK harus diperkuat. Tidak bisa hanya 60 penyidik. Harus diperkuat anggarannya, penyidiknya. Begitu pula penegak hukum yang lain. Unsur yang paling penting hukum itu sendiri. Dan terpenting, dalam pelaksanaannya, pemimpin menjunjung HAM," ujarnya.
"Kepastian hukum harus dilaksanakan dengan benar. Pertama, hukum yang sesuai dengan aturan dan merupakan ketentuan yang dapat diterima dengan benar. Tidak mungkin hukum dapat dilaksanakan tanpa keteladanan," kata Kalla saat menyampaikan visi misi bersama pasangannya, Joko Widodo, dalam debat kandidat capres-cawapres, Senin (9/6/2014) malam, di Balai Sarbini, Jakarta.
Salah satu kepastian hukum itu juga terkait hak asasi manusia. "Bila mengedepankan HAM, pemimpin harus menjunjung tinggi HAM," ujar Wakil Presiden 2004-2009 ini.
Selanjutnya, kata dia, ialah pentingnya pemahaman rakyat terhadap hukum itu sendiri. Menurut Kalla, masyarakat saat ini telah kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Ia menekankan perlunya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai garda terdepan memberantas korupsi.
"KPK harus diperkuat. Tidak bisa hanya 60 penyidik. Harus diperkuat anggarannya, penyidiknya. Begitu pula penegak hukum yang lain. Unsur yang paling penting hukum itu sendiri. Dan terpenting, dalam pelaksanaannya, pemimpin menjunjung HAM," ujarnya.
Calon presiden Joko
Widodo (Jokowi) berjanji untuk melanjutkan program pemerintah sebelumnya
yang dianggap sudah baik. Menurutnya, program jangka panjang dan jangka
menengah yang sudah ada tidak peru ditinggalkan karena merupakan tituk
ahir yang akan dituju bangsa dan negara.
"Karena itu sebuah haluan titik akhir yang akan dituju bangsa dan negara tapi hal-hal yang berkaitan dengan ideolgi tetap akan kita masukan ke program baru kita," kata Jokowi menjawab pertanyaan moderator dalam debat capres dan cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).
"Karena itu sebuah haluan titik akhir yang akan dituju bangsa dan negara tapi hal-hal yang berkaitan dengan ideolgi tetap akan kita masukan ke program baru kita," kata Jokowi menjawab pertanyaan moderator dalam debat capres dan cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Pertanyaan moderator Zainal Arifin Mochtar mengenai dapatkah capres
dan cawapres mengevaluasi program-program kerja yang telah dilaksanakan
pemerintah saat ini dan apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk
mempertahankan program yang dianggpap berhasi.
Jokowi mengatakan, di samping melanjutkan program yang sudah baik, dia dan Kalla akan melakukan eveluasi atau perbaikan-perbaikan. Menurutnya, kelemahan pemerintah saat ini ada sistem pengawasan.
Jokowi mengatakan, di samping melanjutkan program yang sudah baik, dia dan Kalla akan melakukan eveluasi atau perbaikan-perbaikan. Menurutnya, kelemahan pemerintah saat ini ada sistem pengawasan.








0 komentar:
Posting Komentar