Jakarta - Sekitar 30 pendukung pasangan Jokowi-Jusuf
Kalla sudah memadati lobi Balai Sarbini menjelang debat capres. Mereka
berseragam kaos polo plus caping petani. Mereka berekspresi dengan
menari-nari seperti petani yang mencangkul sawah.
Pantauan
detikcom di lobi Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto,
Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014) pukul 18.30 WIB, sekitar 30 pendukung
Jokowi-JK mengenakan kaos polo warna putih dengan tulisan bordir
'Jokowi-Jusuf Kalla' berwarna merah dan hitam. Di kaos bagian belakang
tertulis juga bordiran Joko Widodo-Jusuf Kalla plus caping petani dengan
stiker 'Jokowi-Jusuf Kalla 2014 Nomor2'.
Mereka membawa bendera
merah-putih kecil dan flyer Jokowi-JK. Mereka meneriakkan yel-yel berupa
lagu anak-anak yang digubah liriknya.
"Jokowi-JK, Jokowi-JK,
sia..pa yang punyaa..," demikian teriak mereka sambil membentangkan
spanduk berukuran 1x1,5 meter bertuliskan 'Jokowi-JK jelas bisa'.
Para
pendukung capres Jokowi-JK juga mengganti formasi, mereka membentuk
lingkaran kemudian menari dengan gerakan mencangkul memakai caping
mereka
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah gelaran bertajuk "Revolusi
Harmoni Untuk Jokowi - JK" digelar sederet artis-artis pendukung calon
presiden Joko Widodo, hari ini, Rabu (11/6/2014) mulai pukul 14.00 WIB
di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Misi dari gelaran konser ini tak lain adalah menyatukan segala komponen bangsa agar tidak terpecah-belah. "Saat
ini kita mendapati masyarakat kita terpecah-belah oleh berbagai
kepentingan sehingga menghambat pesatnya kemajuan bangsa," demikian
tulis Komunitas Revolusi Harmoni dalam siaran persnya. Seluruh
artis, undangan dan penonton yang hadir diharapkan memakai dress code
kotak-kotak. Yang menarik, tak boleh pakai atribut partai mana pun,
termasuk atribut partai pendukung Jokowi, apalagi yang berlawanan.
"Tidak di perkenankan memakai atau membawa atribut partai mana pun!" Itu
penegasan Komunitas Harmoni.
Daftar Artis Pendukung Konser Revolusi Harmoni
Untuk Jokowi - JK, Jumat 11 Juni 2014
Pukul 14.00 WIB di Parkir Timur Senayan Jakarta
- Slank
- Ian Antono
- Oppie Andaresta,
- Kla Project
- /rif
- Otong Koil
- Yuni Shara
- Krisdayanti
- Trio Lestari - (Glen Fredly, Tompi, Sandy Sandoro
- JFlow
- Yukie PasBand
- Jalu Pratidina
- Nia Dinata
- Navicula
- Gading Martin
- Jhody bejo
- Kadri Jimmo,
- Kartika jahja
- Joe Saint Loco,
- Barry Likumahua
- Yoris Sebastian
- Richard Sambera
- Pop the Disco,
- ARockGuns,
-Josaphat Killing Me Inside
- Ivan nestorman
- Sruti respati
- Kikan
- Yacko
- Andre Hehanusa
- Cak Lontong
- Once
- Kill The DJ
- Cokelat
- Bams
- Stereocase
- Ello
- Michael Idol
- Dochi Pee Wee Gaskins
- Che Cupumanik
- Lala Timothy
- Marsha Timothy
- Vino G Bastian
- Giring Ganesha
- Roy Jecovox
- Tabib Qiu
- Kristina
- Melly Manuhutu
- Indra Birowo
- Wanda Hamida
- Ho Katarsis
- Titi Jalanan
- Widi Vierratale
- Billy BeatBox
- Soul ID
- Sawarna Warna
Tiap orang memiliki penilaian terhadap calon presiden Joko Widodo. Di
mata musisi Oppie Andaresta, pria yang akrab disapa Jokowi tergolong
banyak kerja dengan menemui masyarakat. Sehingga Jokowi menomorduakan
penampilannya. "Dia seorang pekerja. Bisa dilihat dari aksinya,
dan ada yang dibuktikan. Jejak rekamnya juga banyak. Sampai-sampai dia
tidak memperhatikan penampilan. Baginya penampilan nomor dua, kerja
nomor satu," tutur Oppie di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu
(11/6/2014).
Ia menambahkan, seringnya Jokowi turun menemui
warga, membuktikan bahwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta tersebut tidak
gagap menghadapi rakyat. Dengan banyak turun ke masyarakat, ia banyak
mendengar. "Selama ini banyak pemimpin yang hanya ingin didengar, tanpa
mau mendengarkan," katanya.
Oleh karena itu, pelantun lagu Cuma
Khayan ini mengatakan dirinya yakin berada pada posisi yang benar dengan
mendukung Jokowi untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, bersama
Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Juru Bicara Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan menilai black campaign atau kampanye hitam yang bergulir selama ini menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai bentuk kekhawatiran.
"Black campaign keluar sebagai bentuk kekhawatiran. Kami tidak ada peduli soal itu," ujar Ferry saat menggelar jumpa pers di kantor Media Center JKW4P di jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).Ferry mengatakan pihaknya tidak akan bereaksi berlebihan dengan santernya kampanye hitam yang beredar di masyarakat. Sebab, hal yang disampaikan tentu tidak mendasar dan mengandung unsur fitnah.
"Karena itu kami ambil positif karena kami tahu siapa itu Jokowi dan JK. Hal-hal yang disampaikan itu tidak mendasar. Bayangkan di awal Jokowi dibilang non muslim. Padahal sudah lakukan haji di tahun 2003 dan disitu ada juga Tantowi Yahya," ucap Ferry.
Ferry juga menyayangkan adanya tudingan bahwa Jokowi-JK mendapatkan bocoran dari anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay. Menurutnya, tudingan itu justru memperlihatkan sikap kekanak-kanakan.
"Ada juga debat kemarin adalah sesuatu yang sudah didialogkan, atau dianggap bocran. Kalau (Prabowo-Hatta) enggak bisa jawab bilang saja," kata Ferry.
Suhu kompetisi dua pasangan yang berlaga di Pilpres 2014 membuat masyarakat juga seolah terbelah dua dalam mendukung Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Hal itu tanpa disadari, kadang perbedaan pilihan politik membuat masyarakat akhirnya terjerumus dalam kampanye hitam.
Untuk itu aktivis 98 yang terdiri dari berbagai eksponen seperti Famred, Forkot, FKSMJ, Forbes, Karar dan lainnya mengaku prihatin dengan kondisi saat ini yang telah melahirkan era reformasi dan kini aktif di dunia politik, profesional maupun akademisi.
Mantan aktivis mahasiswa FAMRED Masinton Pasaribu, menyebutkan sebagi aktivis 98 tak ingin masyarakat membuat dan menyebarkan kampanye yang menebar kebencian terhadap suku, agama, ras dan golongan tertentu.
"Kami tidak menghendaki isu SARA dikembangkan, karena akan merusak bangunan kebangsaan yang sudah final. Walaupun kami berbeda dalam pilpres ini, namun kami sama-sama menyepakati untuk tidak menyampaikan isu SARA ke publik," kata Masinton di Matraman, Kamis (12/6/2014).
Sementara itu, Arief Rahman akitivis 98 sebagai perwakilan kubu Prabowo Hatta mengatakan pihaknya tidak mengendaki isu-isu yang merusak bangsa ini. Meski terdapat perberbedaan dirinya sepakat menjaga nilai demokrasi dalam pilrpes 2014.
"Kami menginginkan masing-masing pasangan menyampaikan program visi misi perencanaan kerja masing-masing," kata Arief.
Dalam pertemuan ini dihadiri akitivis 98 yang mendukung Prabowo-Hatta Arief Rahman, selain itu ada juga Masinton Pasaribu pendukung kubu Jokowi-JK. Kedua aktivis itu membacakan empat pesan yang isinya.
1. Menolak Keras segala macam bentuk isu sara untuk dijadikan materi kampanye oleh siapapun.
2. Menolak politik diskriminatif dan intimidasi kepada siapapun.
3. Mendorong elemen jurnalis yang merupakan pilar demokrasi ke empat ikut bertangung jawab, mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
4. Menolak segala macam bentuk provokasi oleh pihak siapapun kepada TNI sehingga mereka menjadi tidak netral dalam pesta demokrasi













0 komentar:
Posting Komentar